Jumat, 22 Januari 2010

Jangan takut sama Hujan….!!


Musim hujan kadang menjadi hal menyebalkan bagi pengendara mobil. Bukan cuma bodi jadi kotor, curah air dari langit memperbesar risiko terjadi kecelakaan. Namun jangan khawatir terlebih dahulu. Bila diiringi dengan persiapan mantap dan jurus mengemudi tepat, berkendara saat hujan juga bisa tetap aman. Ikuti tips dari Garda Oto Racing Team berikut ini.

SEBELUM BERKENDARA
Pastikan kondisi wiper.
Karet wiper bisa menjadi kaku dan bergelombang karena lama tak diganti. Kondisi tersebut menyebabkan sapuan di kaca menjadi tidak sempurna dan justru mengganggu pandangan. Kalau sudah begitu, segera ganti dengan karet baru sesuai spesifikasi mobil.

Isi penuh air pembasuh kaca
Sebelum berkendara, pastikan air pembasuh wiper dalam keadaan penuh. Campur dengan cairan khusus pembasuh kaca untuk membantu menghilangkan lemak di kaca. Pastikan juga motor penggeraknya aktif dan bisa menyemprotkan air ke kaca.

Perhatikan kondisi ban
Saat hujan, alur ban akan bekerja membuang air ke samping supaya tidak terjadi gejala mobil mengambang di atas air alias aquaplanning. Makanya, pastikan kembang ban masih baik, minimal memiliki ketebalan 50% dari baru. Sekalian tekanan angin, jangan melebihi standar yang dianjurkan bisa membuat daya cengkeram berkurang.

Periksa kebocoran
Khususnya pemilik mobil berusia di atas 10 tahun, sesekali cobalah cuci mobil Anda di mesin pencuci otomatis. Dengan begitu Anda bisa melihat apakah terjadi kebocoran di celah kaca maupun bodi mobil. Bila ya, segera perbaiki supaya Anda tak kebasahan saat hujan lebat.

Sistem pendingin
Pastikan sistem pendinginan (AC) bekerja normal. Sebab, sampai tidak berkerja akan mengganggu pandangan akibat kaca berembun.

Periksa polis asuransi Anda
Pastikan kendaraan Anda telah dilindungi oleh jaminan kerusakan (asuransi) akibat banjir. Karena, sebagian dari kita belum mengetahui apakah kendaraan telah dilindungi oleh perluasan jaminan banjir atau tidak.

SAAT BERKENDARA
Kewaspadaan mesti ditingkatkan penuh saat hujan. Selain daya pandang berkurang, jalanan juga jauh lebih licin dari biasanya. Belum lagi, mata menjadi cepat lelah. Berikut beberapa tips untuk meminimalkan risiko kecelakaan saat hujan.

Tambah jarak aman
Kalau normalnya saat kering kita harus menjaga jarak 2 detik ke mobil depan, pada saat hujan tingkatkan menjadi 3 detik. Cara menghitungnya, gunamkan 1001...1001...1003 secara normal, ketika mobil depan mencapai suatu tanda di jalan, misalnya tiang listrik. Bila sebelum mencapai kata ‘1003’ mobil Anda sudah sampai ke tanda itu, berarti terlalu dekat dan mesti menyesuaikan jarak kembali. Jarak aman ini sangat penting, karena saat basah jarak pengereman menjadi jauh lebih panjang walau mobil telah dilengkapi ABS sekalipun.

Hindari manuver mendadak
Manuver mendadak meliputi akselerasi, pengereman dan belok, sebaiknya dihindari. Di jalan licin, manuver itu mudah membuat mobil tak terkendali. Kendalikan mobil lebih halus dari biasanya.

Nyalakan lampu, bukan Hazard
Menyalakan hazard ketika hujan adalah kesalahan besar. Hazard membuat mata pengemudi di belakang kita cepat lelah karena kedipan terangnya. Selain itu, Hazard membuat kita tak bisa mengaktifkan lampu sein saat hendak pindah jalur, juga mengakibatkan kepekaan pengendara di belakang terhadap lampu rem di mobil kita menjadi berkurang. Risiko tertabrak dari belakang pun semakin besar. Bila hujan sangat lebat, nyalakan lampu kabut atau lampu besar normal. Ini saja sudah cukup.

Hindari jalur kanan di tol
Karena kontur jalan tol sedikit cembung, maka berkendara di jalur kanan membuat Anda rentan menabrak genangan air. Ini bisa membuat mobil hilang kendali. Selain itu, ketika di jalur kanan, Anda dengan mudahnya terkena cipratan air dari jalur seberang, dan ini akan sangat mengganggu daya pandang.

Hati-hati ban mengunci
Bila kita terpaksa mengerem mendadak dan mobil tak dilengkapi ABS, waspadai gejala ban mengunci. Begitu ban terasa terkunci, kurangi sedikit injakan rem sampai roda berputar kembali. Ketika ban mengunci, mobil tak bisa dikendalikan dengan setir dan jarak pengeremannya makin panjang.


Jangan menerobos banjir
Ketika kita berkendara pada saat hujan dan bertemu dengan genangan air atau banjir lebih baik menghindar dan mencari tempat yang aman. KOMPAS.com

What’s Up

Ada beberapa komponen yang bisa rusak, bahkan kerusakannya fatal dan dana yang dikeluarkan cukup banyak. Inilah komponen berikut kerusakan sereta estimasi biaya perbaikan.

Water Hammer
Air masuk ke dalam ruang bakar saat mesin bekerja. Akibatnya, piston yang mengompres udara dan bahan bakar tercampur air. Karena air zat yang tak bisa dikompres, maka akan terjadi tekanan sangat tinggi di ruang bakar yang mengakibatkan piston berlubang, setang piston patah serta blok mesin pecah.Sialnya, kerusakan akibat water hammer tidak termasuk risiko yang ditanggung asuransi. Biaya perbaikannya mencapai puluhan bahkan sampai ratusan juta rupiah.

Rem berkarat
Kampas dan piringan rem mudah berkarat dalam kondisi lembab. Saat kita menarik rem tangan, kampas belakang bisa menempel dengan piringannya. Gejalanya terasa ketika melepas rem tangan, laju mobil tertahan. Jadi, upayakan setiap habis menerjang banjir, injaklah pedal rem (denngan kaki kiri) sedikit sembari tetap menekan pedal gas. Langkah ini akan membuang air serta menimbulkan panas pada rem sehingga air menguap. Potensi kerugian Rp1-Rp5 juta.

Oli tercampur air
Kala menerjang banjir, air berusaha masuk melalui celah-celah. Salah satu bagian yang rentan disisipi air adalah transmisi. Oli yang bercampur air akan kehilangan daya lumasnya dan lebih rentan terkena karat. Namun sebelum karat muncul, daya lumas oli yang berkurang menjadikan aus secara dini. Pada transmisi otomatis, pelumas yang terkontaminasi air akan menyebabkan kerusakan pada pelat kopling berlapisnya.
Cara mencegah kerusakan periksa warna oli setelah menerjang banjir. Oli yang tercampur air akan berwarna lebih muda dan bersifat lebih cair. Segera ganti olinya, bila sampai terjadi kerusakan, potensi kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Kopling Menempel
Untuk mobil bertransmisi manual, setelah menghajar banjir jangan langsung parkir. Karena, air yang merembes ke kopling membuat komponen tersebut dan dekrupnya menjadi lembab yang mengakibatkan adhesi yang kuat antara pelat kopling dan dekrup. Jangan kaget kalau esoknya transmisi sulit dioperasikan. "Karena plat kopling dan dekrup menempel dan berkarat," terang Teddy Rev, pemilik bengkel dari Rev Engineering yang sering menemukan gejalan seperti itu. Potensi kerugian Rp2-Rp5 juta.

Alternator korslet
Fungsinya mengubah putaran mesin menjadi arus listrik. Sebetulnya, komponen ini rentan rusak bila terkena air. "Taoi sekarang ini banyak mobil menggunakan alternator canggih dengnan IC (integrated circuit) di dalamnya. Nah, ini bisa rusak bila terendam air," jelas Atek, pemilik Galeri Alternator diHaji Nawi, Jakarta Selatan. Potensi kerusakan Rp1-Rp3 juta.

Ayo maju mahasiswa Indonesia!


Empat perguruan tinggi ternama di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, akan mengikuti lomba irit bahan bakar yang diselenggarakan oleh Shell, yaitu Shell Eco-Marathon (SEM) Asia pertama.
Lomba tersebut akan diselenggarakan 8-10 Juli 2010 di sirkuit Sepang, Malaysia. Negara tetangga tersebut dipercaya oleh Shell menyelenggarakan lomba ini selama tiga tahun berturut. Setelah itu, nanti digilir ke negara Asia lainnya.
Peserta dari Indonesia disponsori oleh PT Shell Indonesia. Kendati hany diikuti 4 perguruan tinggi, namun Indonesia menyertakan 8 tim pada lomba ini. Masing-masing, UI dan ITB terdiri dari 3 tim, plus UGM dan ITS satu tim.
Setiap tim memperoleh dana US$2.000 dari Shell untuk mempersiapkan kendaraan yang akan di lombakan. Sedangkan, saat lomba nanti, setiap memperoleh akomodasi US$1.750.
Di Malaysia, tim Indonesia tersebut akan berkompetisi dengan peserta dari negara lain. Negara yang paling banyak mengirimkan tim, menurut Sri Wahyu Endah, Corporate Social Investment Manager, PT Shell Indonesia, adalah Pakistan. Negara tersebut mengirimkan 9 tim.
Negara lainnya, Malaysia mengirimkan 6 tim, Singapura 4, China 4, Thailand dan India, masing-masing 2, lantas Selandia Baru, Australia dan Filipina satu tim.
Dengan kondisi tersebut, Dr. Ir. Marzan A. Iskandar, Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang datang sebagai wakil pemerintah, yakin, peserta Indonesia bisa memenangkan lomba ini. Alasannya, kemampuan orang Indonesia – kalau ada kesempatan – tidak kalah dengan negara lain yang lebih maju. Di samping itu, pada SEM Asia pertama ini, Indonesia mengirimkan tim nomor dua terbanyak.
3.771 km/liter
Rekor bahan bakar paling irit pada SEM yang telah diselenggarakan di Eropa dan Amerika Serikat, yaitu 3.771 km/liter. Hasil tersebut dicapai oleh tim dari perguruan tinggi Prancis, LPTI St Joseph La Joliverie Nantes pada lomba tahun ini.

Sementara itu, salah satu tim dari ITB, Rajawali berharap bisa memecahkan rekor tersebut. Kalau pun tidak bisa, mengharapkan konsumsi bahan bakar nya 3.200 km/liter.

Untuk jenis urban, rekor teririt, 1.246 km/liter yang diraih peserta dari NTNU Norwegia yang menggunakan bahan bakar hidrogen.

Futuristik & Urban
SEM adalah proyek pendidikan dari Shell yang menantang mahasiwa-mahasiwa dari perguruan tinggi merancang dan membuat kendaraan yang paling efisien atau teririt konsumsi bahan bakarnya. Pemenang adalah kendaraan yang berhasil menempuh jarak tempuh terjauh dengan pemakaian bahan bakar paling sedikit
SEM membagi lombanya pada dua jenis kendaraan. Pertama, futuristik (tiga roda), mengutamakan desain yang aerodinamis dan pemakaian bahan bakar efisien. Kedua adalah kendaraan konsep urban (empat roda), dirancang sesuai dengan kebutuhan masa kini, lebih realistik digunakan di dalam kota atau di lalu lintas padat lainnya. Kendaraan tersebut juga harus memenuhi aspek keselamatan.
Sedangkan sumber enegi, bisa menggunakan bahan bakar konvensional, seperti bensin, diesel, elpiji, bbg dan alternatif, yaitu hidrogen dan panas matahari. Kompas.com

Jumat, 23 Oktober 2009

PROFIL KABINET 2009-2014

Berikut adalah daftar lengkap beserta profil semua menteri dan pejabat negara dalam kabinet Indonesia Bersatu II untuk periode tahun 2009-2014 seperti yan g diumumkan oleh Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (21/10) di Istana Negara, Jakarta.


1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam): Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
joko suyanto menteri kabinetLahir di Madiun, Jawa Timur, 2 Desember 1950 (umur 58 tahun), Djoko Suyanto pernah menjabat sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia dari 13 Februari 2006 sampai 28 Desember 2007 menggantikan Endriartono Sutarto. Dalam sejarah militer Indonesia, beliau adalah Panglima TNI pertama yang berasal dari kesatuan TNI-AU. Sebelumnya Djoko Suyanto menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (TNI-AU) sejak 23 Februari 2005 hingga 13 Februari 2006.

Lulusan AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ) dari Akademi Angkatan Udara pada tahun 1973, Djoko adalah penerbang pesawat tempur F-5 Tiger II yang berpangkalan di Pangkalan Udara TNI-AU Iswahyudi, Madiun.

Suyanto pernah mengikuti kursus di USAF Fighter Weapon Instructor School di Pangkalan Udara Nellis, Las Vegas, Nevada. Ia kemudian berturut-turut menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 14, Komandan Lanud Iswahyudi, Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional, Komandan Komando Pendidikan TNI-AU, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara, dan kemudian Kepala Staf TNI-AU sebelum akhirnya menjadi Panglima TNI.


2. Menko Perekonomian: Ir. M. Hatta Rajasa
Hatta Rajasa Menteri KabinetLahir di Palembang, 18 Desember 1953 (55 tahun), Hatta Rajasa telah menduduki posisi menteri hingga empat kali. Sebelumnya ia adalah Menteri Sekretaris Negara di Kabinet Indonesia Bersatu (tahun 2007-2009), Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu (tahun 2004-2007) dan Menteri Negara Riset dan Teknologi di Kabinet Gotong Royong pada masa pemerintahan Presiden kelima Megawati Soekarno Putri.
Masa jabatanHatta Rajasa sebagai Menteri Perhubungan dihiasi dengan berbagai kecelakaan transportasi yang sangat menonjol, antara lain Mandala Airlines Penerbangan 91, Kecelakaan KM Digoel, Musibah KM Senopati Nusantara, Adam Air Penerbangan 574, dan Garuda Indonesia Penerbangan 200.

Ia adalah Insinyur Teknik Perminyakan angkatan 1973 dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pernah menjalani pendidikan di Studi Pembangunan Institut Teknologi Bandung] (ITB) selama setahun, namun tidak dilanjutkan karena kiprah beliau di dunia politik serta sebagai Menristek pada saat itu.
Beberapa karir di dunia politik maupun professional yang pernah ia jalani antara lain :
2000-Sekarang: Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (DPP-PAN)
1999-2000: Ketua Fraksi Partai Reformasi DPR-RI.
1982-2000: Presiden Direktur Arthindo
1980-1983: Wakil Manager teknis PT. Meta Epsi
1977-1978: Teknisi Lapangan PT. Bina Patra Jaya


3. Menko Kesra (Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat): Agung Laksono
agung laksonoH.R. Agung Laksono lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 23 Maret 1949 (umur 60 tahun) pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (Indonesia) untuk masa jabatan 2004-2009.

Dalam Munas Partai Golkar pada tahun 2004, ia terpilih sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah, ia melanjutkan studi di Universitas Kristen Indonesia di Fakultas Kedokteran dan lulus pada tahun 1972. Periode 1983-1986, ia menjabat Ketua Umum BPP HIPMI dan Ketua Umum DPP AMPI (1984-1989). Periode 1990-1995, ia menjabat Sekretaris Jenderal PPK Kosgoro dan Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 (sejak tahun 2000).

Periode 1993-1998, ia menjabat Direktur Utama PT Cakrawala Andalas Televisi/anteve dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Pembangunan VII (1998) dalam pemerintahan Presiden Suharto. Jabatan di kementerian olahraga berlanjut pada periode 1998-1999 meskipun nama kabinet diubah menjadi Kabinet Reformasi Pembangunan. Periode 1999-2004, ia tampil sebagai anggota DPR-RI. Ia kemudian menggantikan jabatan Akbar Tandjung sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.


4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
sudi silalahiLetjen TNI (Purn.) Sudi Silalahi lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 13 Juli 1949 (umur 60 tahun) adalah Sekretaris Kabinet dalam Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2004-2009.

Silalahi lulus dari Akabri pada tahun 1972 dan mengakhiri karir militernya dengan pangkat Letnan Jenderal. Ia adalah sekretaris Bambang Susilo Yudhoyono saat Yudhoyono sedang menjabat sebagai Menko Polkam di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Pada tahun 2005-2006 pernah tersandung kasus surat kattebelletje sehubungan dengan renovasi gedung KBRI di Seoul, Korea Selatan, namun kemudian kasus ini diredam ketika Sudi melaporkan anak buahnya, Aziz Ahmadi, sebagai orang yang dianggap telah memalsukan surat-surat tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya, Aziz diberitakan pula telah mengaku menerima imbalan atas keluarnya surat tersebut.


5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
gamawan fauziGamawan Fauzi, SH, MM lahir di Solok, Sumatera Barat, 9 November 1957 (umur 51 tahun) adalah Gubernur Sumatra Barat sejak 15 Agustus 2005. Ia adalah penerima Bung Hatta Award atas keberhasilannya memerangi korupsi pada saat menjadi bupati Solok (1995- 2000)

Setelah sempat sebagai sekretaris pribadi Gubernur Sumbar, secara mengejutkan dalam usia 36 tahun ia dipercaya sebagai Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar. Dianggap mengejutkan karena pada era itu tak lazim, seorang staf dan pegawai negeri sipil (PNS) yang golongannya III C menjabat kepala biro yang biasanya posisi ini diisi pejabat bergolongan IV A atau III D senior.

Namun, baru satu setengah tahun sebagai kepala biro humas, pada 2 Agustus 1995 Gamawan Fauzi terpilih menjadi Bupati Solok. Komitmen dan konsistensinya dalam menegakkan aturan dan antikorupsi membuat ayah tiga putra-putri ini bisa mulus melewati eforia reformasi sehingga pada 20 Agustus 2000 secara demokratis terpilih kembali memangku jabatan Bupati Solok periode kedua (2000-2005).

Gamawan Fauzi adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang tahun 1982. Hanya menjadi Staf biasa di Kantor Direktorat Sosial Politik (Ditsospol) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat sebelum diangkat menjadi Sekretaris pribadi Gubernur Sumbar dan kemudian karirnya dibidang pemerintahan melesat hingga saat ini diangkat sebagai salah satu menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.


6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
martyDr. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, M.Phil, B.Sc lahir di Bandung, Jawa Barat, 22 Maret 1963 (umur 46 tahun) adalah Duta Besar RI untuk PBB sejak 5 September 2007. Ia pernah menjadi juru bicara Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. Sebelum mendapat tugas sebagai Duta Besar di PBB, Marty Natalegawa adalah Duta Besar RI untuk Inggris sejak 11 November 2005 hingga 5 September 2007.

Pada bulan November 2007, Marty mendapat kepercayaan penting sebagai Presiden Dewan Keamaan PBB.

Marty adalah lulusan Australian National University pada tahun 1993 dengan gelar doktor. Sebelumnya, dia pernah menimba ilmu di London School of Economics, Universitas Cambridge, Inggris. Setelah meraih strata dua di Inggris, dia mulai bekerja di Departemen Luar Negeri pada tahun 1986.

Dia juga pernah menjabat sebagai kepala delegasi negara untuk sejumlah konferensi internasional, interaliansi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gerakan Non-Blok, Organisasi Konferensi Islam (OKI), dan ASEAN. Ia pun pernah menjadi delegasi Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB dan dialog trilateral di Timor Timur serta Direktur Jendral untuk Kerjasama ASEAN (2003-2005).


7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
purnomoProf. Ir. Purnomo Yusgiantoro MSc., MA., Ph.D. lahir di Semarang, Jawa Tengah, 16 Juni 1951 (umur 58 tahun). Beliau adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009)

Pernah mengenyam pendidikan antara lain: meriah gelar Sarjana Teknik, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1974, MA. Ekonomi, University of Colorado at Boulder Main Campus, Colorado, USA, pada tahun 1988 dan berhasil menyandang gelar Ph.D. Ekonomi Mineral/ Sumber Daya Alam dari Colorado School of Mines, Golden, Colorado, USA, pada tahun yang sama. setelah sebelumnya meraih gelar MSc., di Colorado School of Mines, Golden, Colorado, USA pada tahun 1986

Pernah menjadi Wakil Gubernur Lemhannas periode September 1998 - Agustus 2000, sebagai Penasehat Menteri Pertambangan dan Energi selama tahun 1993 – 1998 dan menjabat sebagai Gubernur OPEC, Wina, Austria, 1996 - 1998

Yusgiantoro juga aktif dalam berbagai forum internasional seperti APEC, UNCTAD, UNDP, ESCAP, OPEC, Multilateral Produsen - Konsumen, ASEAN, Bilateral Indonesia dengan Australia, Jepang, Amerika, Norwegia, Korea Selatan, Taiwan, Kanada.


8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
patrialis akbarPatrialis Akbar lahir di Padang, Sumatera Barat, 31 Oktober 1958 (umur 50 tahun) adalah advokat dan politikus. Ia memperoleh gelar sarjana hukum dari Universitas Muhammadiyah Jakarta dan kemudian berkarir sebagai advokat. Ia kemudian terjun kedunia politik dan menjadi anggota DPR periode 2004-2009 dari fraksi Partai Amanat Nasional.


9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
sri mulyaniSri Mulyani Indrawati lahir di Tanjungkarang, Lampung 26 Agustus 1962 (umur 47 tahun ) adalah Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu periode tahun 2004-2005, dan seperti yang diprediksikan banyak pihak, ia kembali menduduki posisi yang sama di Kabinet Indonesia Bersatu II ini.

Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.

Sri Mulyani menerima gelar Doktor Ekonomi dari University of Illinois di Urbana-Champaign. Pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF (International Monetary Fund) mewakili ekonomi 12 negara di Asia Tenggara. Pada tahun 2001, Mulyani berangkat ke Atlanta, Amerika Serikat, untuk menjadi konsultan di Badan Bantuan AS USAID khusus pada program-program untuk memperkuat otonomi di Indonesia.

Pernah kuliah jurusan Perekonomian Indonesia di Universitas Georgia dan pada Agustus 2008, Mulyani terpilih sebagai wanita paling berpengaruh nomor 23 di dunia oleh Majalah Forbes dan pada peringkat satu sebagai wanita paling berpengaruh di Indonesia.


10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
darwinDarwin Zahedy Saleh, S.E.,M.BA lahir di Riau, 29 Oktober 1960 (umur 48 tahun). Ia berkarir dari dunia akademisi dengan menjadi dosen di Universitas Indonesia serta sebagai konsultan keuangan, manajemen, dan perbankan.

Darwin Zahedy Saleh juga adalah seorang politikus dari Partai Demokrat yang pernah menjadi Anggota DPR RI dari Dapil Lampung. Dan sebagai kader Partai Demokrat ia menduduki jabatan Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan


11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat
ms hidayatMohamad Suleman Hidayat lahir di Jombang, Jawa Timur, 2 Desember 1944 (umur 64 tahun) Ia adalah Ketua KADIN periode 2004 - 2008 dan periode 2008 - 2012. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai ketua Real Estate Indonesia (1989 – 1992) dan wakil ketua Federasi Real Estate Asia Pasifik (Asia Pacific Real Estate Federation/APREF)[2] Di dunia politik ia adalah anggota komisi keuangan dan perbankan DPR pada periode 2004-2009 .


12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
mari pangestuMari Elka Pangestu lahir di Jakarta, 23 Oktober 1956 (umur 52 tahun) adalah wanita Tionghoa-Indonesia pertama yang memegang jabatan sebagai menteri di Indonesia.

Mari Pangestu adalah anak dari ekonom terkenal Indonesia, J. Panglaykim. Ia memperoleh gelar Bachelor dan Master of Economics dari the Australian National University, serta gelar Ph.D. dalam bidang Perdagangan Internasional, Keuangan, dan Ekonomi Moneter dari Universitas California, Davis pada tahun 1986. Sebelum menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Mari Pangestu telah lama aktif dalam berbagai forum perdagangan seperti PECC dan adalah salah seorang peneliti ekonomi terpandang di Indonesia. Mari Pangestu juga dulunya aktif mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Selain itu ia juga adalah seorang ekonom dari CSIS.


13. Menteri Pertanian: Suswono
suswonoIr. H. Suswono, MMA lahir di Tegal, Jawa Tengah, 20 April 1959 (umur 50 tahun) adalah Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI untuk periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Suswono menjadi anggota DPR-RI melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kab. Tegal, Kota Tegal, Kab. Brebes) dan dipercaya membidangi Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Kelautan di Komisi IV.
Suswono menyelesaikan studi Program S2 Magister Manajemen Agribisnis dan Program S1 Sosial Ekonomi Peternakan di Institut Pertanian Bogor (IPB)

Pernah menjadi anggota delegasi F-PKS ke Malaysia tahun 2004 dalam rangka advokasi permasalahan TKI di Malaysia, sebagai Delegasi Departemen Kehutanan dan Perkebunan dalam rangka memenuhi undangan GTZ di Jerman tahun 2001 dan pernah melakukan Studi Banding Agribisnis MMA IPB di Thailand dan China tahun 2002.

Suswono juga tercatat sebagai Dosen di Universitas Ibnu Khaldun Bogor dan Institut Pertanian Bogor


14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
zulkifli HasanH. Zulkifli Hasan SE. MM. lahir di Lampung, 17 Mei 1962 (umur 47 tahun) adalah Sekretaris Jenderal PAN periode 2005 - 2010. Ia adalah salah satu calon menteri Kabinet Indones Berasatu II yang dicalonkan oleh PAN.

Menyelesaikan studi S1 di Fakultas Ekonomi Unkris dan S2 Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Zulkifli Hasan pernah menjabat sebagai Presdir PT Panamas Mitra Inti Lestari.

Karir di dunia organisasi antara lain sebagai Ketua Departemen Logistik PAN, sebagai Ketua Lembaga Buruh Tani & Nelayan, sebagai Wakil Ketua Komite tetap pemberdayaan KADINDA DKI dan Pelindung Yayasan AL Husna Jakarta.


15. Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
freddy numberiLaksamana Madya (Purn.) Freddy Numberi (lahir di Serui, Papua, 15 Oktober 1947; umur 62 tahun) adalah mantan tokoh militer dan seorang politikus Indonesia. Saat ini ia adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia. Ia menjabat sebagai Gubernur Papua pada tahun 1998 setelah pensiun dari TNI-AL. Dalam Kabinet Persatuan Nasional (1999-2001), Freddy adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri, Freddy dipilih sebagai Duta Besar Indonesia untuk Italia dan Malta. Ia lalu dilantik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2004.


16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
fadel muhammadIr. H. Fadel Muhammad Al-Haddar (lahir di Ternate, Maluku, 20 Mei 1952; umur 57 tahun) adalah Gubernur Provinsi Gorontalo sejak 10 Desember 2001. Pada pilkada Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia memperoleh 81 persen suara. Nilai ini merupakan tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis dan tercatat di rekor MURI sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia untuk pemilihan gubernur.

Pada 17 Januari 2007 atau sehari setelah pencanangan Gerakan Peningkatan Produksi Padi Nasional 2 Juta Ton, Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma’ruf melantiknya bersama pasangan wakil gubernur untuk periode kedua. Proses pelantikan berlangsung secara nasional dari Gedung DPRD, Botu (Gorontalo) melalui siaran TVRI.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 73/P/2006 yang berlaku mulai 28 Desember 2006, Mendagri mensahkannya menjadi Gubernur untuk masa kerja 2006-2011. Bersama wakil gubernur Ir. Hi Gusnar Ismail MM, ia sukses memimpin Gorontalo sejak 2001-2006.

Fadel sebelumnya adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia juga Ketua DPD I Golkar di Gorontalo. Setelah bercerai dengan istri pertamanya, ia menikah dengan Hasanah binti Thahir Shahab.
Fadel meraih gelar insinyur dari Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978. Saat sedang menempuh pendidikan di ITB, ia pernah mendapatkan tawaran beasiswa untuk belajar di Institut Teknologi California, namun tawaran tersebut ditolaknya. Ia pernah bergabung dengan Menwa ITB. Ia adalah salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan mantan pemimpin Grup Bukaka yang juga didirikannya. Selain itu, ia pernah menjadi salah seorang pemegang saham Bank Intan yang kemudian dilikuidasi. Saat ini Fadel juga adalah Ketua Umum Pengurus Dewan Jagung Nasional.

Fadel pernah mengalami perkara kepailitan melawan Bank IFI, ING Barings South East Asia Limited di Singapura, serta Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Ia dinyatakan berutang Rp. 40 miliar kepada Bank IFI, sebesar US$ 4,8 juta kepada ING Barings, dan sebesar Rp 93,2 miliar kepada BPPN. Dalam putusan Pengadilan Niaga Jakarta pada 13 Maret 2001, ia dinyatakan pailit, namun secara mengejutkan dibebaskan dalam tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung pada 18 Oktober 2004.


17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
muhaimin iskandarMuhaimin Iskandar atau sering dipanggil dengan nama Gus Imin atau Cak Imin (lahir di Jombang, Jawa Timur, 24 September 1966; umur 43 tahun) adalah politikus dan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa. Muhaimin Iskandar memperoleh gelar sarjana politik dari Universitas Gadjah Mada dan magister komunikasi dari Universitas Indonesia. Ia menjabat sebagai wakil ketua DPR pada periode 1999-2004.


18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
djoko kirmantoIr. Djoko Kirmanto, Dipl. HE. (lahir di Pengging, Jawa Tengah, 5 Juli 1943; umur 66 tahun) adalah Menteri Pekerjaan Umum pada Kabinet Indonesia Bersatu. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 1969 dan pasca sarjananya di Land and Water Development, IHE-Delft, Belanda pada tahun 1977.


19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
endang rahayuDokter Endang Rahayu Sedyaningsih mendapatkan gelar keserjanaannya di bidang kedokteran dari Universitas Indonesia pada tahun 1979. Wanita yang berasal dari Indonesia Timur ini juga mendapatkan gelar doktornya di Universitas Harvard, Amerika Serikat, di bidang kesehatan masyarakat.

Saat ini, Endang berkantor Pusat Penelitian & Pengembangan Biomedis dan Farmasi, di Institut Nasional Pengembangan dan Penelitian Kesehatan sebabagi direktur. Dalam berbagai penelitiannya, Endang cenderung pada penanganan penyebaran HIV/AIDS dan Flu Burung (H1N1).


20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
m nuhProf. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 Juni 1959; umur 50 tahun) adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia periode 2004-2009. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai adalah rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode tahun 2003-2006.
Mohammad Nuh menyelesaikan studi di Jurusan Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan lulus tahun 1983.

Mohammad Nuh mengawali karirnya sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984. Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.
Nuh menikah dengan drg. Layly Rahmawati, dan ia dikaruniai seorang puteri bernama Rachma Rizqina Mardhotillah, yang lahir di Perancis.

Pada tahun 1997, Mohammad Nuh diangkat menjadi direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan terpercaya Japan Industrial Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 1990.

Pada tanggal 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS. Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika. Ia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat. Semasa menjabat sebagai rektor, ia menulis buku berjudul Startegi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (disingkat Indonesia-SAKTI).

Selain sebagai rektor, Mohammad Nuh juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur,Pengerus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya. Muhammad Nuh juga dikenal sebagai seorang Kiayi, sering memberi ceramah dan khutbah jumat di berbagai masjid di Surabaya dan dikenal sebagai Ulama.


21. Menteri Sosial: Salim Assegaf Aljufrie
salimSalim Assegaf Al Jufri (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 17 Juli 1954; umur 55 tahun) adalah Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi dan Kesultanan Oman sejak tahun 2005 menggantikan Muhammad Maftuh Basyuni. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Direktur Perwakilan WAMY (World Assembly of Muslim Youth) untuk Kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan juga Direktur Syariah Consulting Center.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 (1976), S2 (1980) dan S3 (1986) untuk bidang Syariah di Universitas Madinah, Arab Saudi


22. Menteri Agama: Suryadharma Ali’
suryadharmaDrs. Suryadharma Ali MSi. (lahir di Jakarta, 19 September 1956; umur 53 tahun) adalah Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada Kabinet Indonesia Bersatu. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Institut Agama Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Jakarta, pada tahun 1984. Pada tahun 1985 ia berkarir di PT. Hero Supermarket, hingga tahun 1999 di mana ia menduduki posisi Deputi Direktur perusahaan ritel tersebut. Selain itu, ia juga aktif di berbagai organisasi ritel di Indonesia.

Pada Februari 2007, Suryadharma terpilih sebagai Ketua Umum PPP dan menggantikan Hamzah Haz. Kepengurusan periode kepemimpinannya didampingi oleh Wakil Ketua Umum Chozin Chumaidy, Irgan Chirul Mahfiz (Sekretaris Jenderal), Suharso Monoarfa (Bendahara), Bachtiar Chamsyah (Ketua Majelis Pertimbangan Pusat), KH Maemoen Zubair (Ketua Majelis Syariah), dan Barlianta Harahap (Ketua Majelis Pakar).


23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
jero wacikIr. Jero Wacik, SE (lahir di Singaraja, Bali, 24 April 1949; umur 60 tahun) adalah Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada Kabinet Indonesia Bersatu. Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat ini lulus sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung tahun 1974 dan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1983.
Beberapa profesi yang pernah dijalankan oleh Jero Wacik antara lain PT United Tractors sebagai Asistant Services Manager sampai Goverment Sales Manager (1974-1990)
- Pengusaha bidang properti dan pariwisata
- Presdir PT Grya Batu Bersinar
- Dirut PT Pesona Boga Suara
- Dirut Putri Ayu (sejak 1992)
- Dosen mata kuliah pemasaran dan kewirausahaan di Fakultas Ekonomi UI


24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
tifatulTifatul Sembiring (lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 28 September 1961; umur 48 tahun) adalah pengganti Hidayat Nur Wahid sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia juga menjadi Anggota DPR periode 2009 - 2014.


25. Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
suharnaSuharna Surapranata (lahir di Bandung, Jawa Barat, 13 Desember 1955; umur 53 tahun) adalah lulusan FMIPA Universitas Indonesia dan magister Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung. Ia salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera dan menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS.
Suharna juga merupakan salah satu pendiri Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI). Sejak berdiri tahun 2004, MITI telah membangun jaringan di seluruh Indonesia dan luar negeri yang mencakup lebih dari 300 ilmuwan doktor Indonesia di seluruh dunia, serta MITI-Mahasiswa di 26 provinsi di seluruh Indonesia.


26. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
syarifudin hasanSyarifuddin Hasan, SE, MM, MBA. Lahir di Palopo Sulawesi Selatan, 17 Juni 1949. Suami dari presenter dan pemain sinetron Inggrid Maria Palupi Kansil atau yang lebih populer dengan panggilan Inggrid Kansil ini pada periode 2004-2009 adalah Anggota DPR RI Komisi XI dan Panitia Anggaran dari Fraksi Partai Demokrat. Pengalaman studi antara lain di Fak.Ekonomi UNKRIS , Magister Management Unkris, Magister Business Adm. California State University dan Pasca Sarjana Unkris.


27. Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
gusti moh hattaGusti Moh Hatta adalah Pembantu Rektor I Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan juga seorang g juga Guru Besar di Fakultas Kehutanan.

28. Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
Linda Amalia Sari (lahir di Bandung, Jawa Barat, 15 November 1951; umur 57 tahun) adalah ketua umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) periode 2004-2009[1]. Puteri mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Achmad Tahir ini menikah dengan Agum Gumelar, Menteri Perhubungan pada Kabinet Gotong Royong dan tokoh militer dan politik Indonesia.
Selain itu, mertua dari pebulutangkis nasional Taufik Hidayat itu juga menjabat Ketua Yayasan Keselamatan Payudara


29. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan
ee mangindaanEvert Ernest Mangindaan (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Januari 1943; umur 66 tahun) adalah Gubernur Sulawesi Utara periode 1995-2000. Ia diangkat menjadi Gubernur menggantikan Cornelis John Rantung. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Pangdam VIII/Trikora. Setelah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, ia terpilih sebagai anggota DPR dan menjabat sebagai Ketua Komisi II periode 2004-2009.


30. Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
helmiHelmy Faishal Zaini (lahir di Cirebon, Jawa Barat, 1 Agustus 1972; umur 37 tahun) adalah seorang politisi Indonesia. Ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada periode 2004-2009 dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Di kalangan aktivis mahasiswa Jawa Timur era 1990-an, Helmy yang saat itu tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Darul Ulum Jombang, dan merupakan salah seorang tokoh demonstran, selain aktif organisasi pers mahasiswa.

Ketika warga Nahdlatul Ulama (NU) ingin mendirikan partai sendiri, yang kemudian diberi nama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Helmy pun terlibat di dalam proses tersebut sebagai anggota Komite Pendeklarasian PKB pada tanggal 23 Juli 1998.


31. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
armidaProf. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, SE.,MA., (lahir di Bandung, Jawa Barat, 16 Agustus 1960; umur 49 tahun), terlahir Armida Salsiah Kusumaatmaja, adalah Guru Besar dan Pembantu Dekan bidang Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (UNPAD). Ia pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan (sekarang Ilmu Ekonomi) FE-UNPAD dan Ketua Laboratorium Penelitian, Pengabdian Pada Masyarakat dan Pengkajian Ekonomi (LP3E) FE UNPAD.[2] Ia adalah lulusan FE Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Arts in Economics dari Northwestern University, Amerika Serikat, serta Doctor of Philosophy in Economics dari University of Washington, Amerika Serikat. Ia juga menulis berbagai riset yang terkait dengan desentralisasi fiskal. Ia juga sering berkiprah sebagai konsultan untuk the World Bank dan Australian Agency for International Development (AusAID)


32. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
mustafaMustafa Abubakar, Dr. Ir. (lahir di Pidie, Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, 15 Oktober 1949; umur 60 tahun) adalah Direktur Utama Perusahaan Umum (PERUM) Badan Urusan Logistik (BULOG) Republik Indonesia. Ia juga adalah mantan Pelaksana Tugas Harian Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di Meureudu, Aceh. Kuliah S1 sampai S3 dijalaninya di Institut Pertanian Bogor. Darah kepemipinannya sudah lahir sejak kecil yang pintar berpidato, pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa IPB Bogor, Ketua Ikatan Konsultan Indonesia (INKINDO), juga pernah menjadi Ketua Masyarakat Perikanan Indonesia. Kegigihannya dalam hidup juga didasari oleh latar belakang keluarganya yang miskin di Meureudu Pidie yang mendorongnya bersaing di panggung nasional. Dalam bidang sosial Mustafa termasuk figur yang ramah, bisa bersosialiasi dengan siapapun dan cepat mengambil keputusan apapun. Ini terbukti selama 10 tahun (2 Periode) memimpin paguyuban masyarakat Aceh untuk daerah sekitar Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek) yang berlangsung dengan sukses dan mengembirakan. Kesuksesan kepemimpinannya juga terbukti dalam penyelenggaraan Pilkada Gubernur Provinsi NAD yang pertama di Indonesia dengan calon Independen pada tahun 2007.


33. Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
suharsoSuharso Monoarfa (lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 31 Oktober 1954; umur 54 tahun) menjadi anggota DPR pada periode 2004-2009 dan terpilih kembali untuk periode 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan



34. Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng
andi mallarangengAndi Alifian Mallarangeng (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Maret 1963; umur 46 tahun) adalah seorang pengamat politik Indonesia yang saat ini menjabat sebagai juru bicara kepresidenan bagi Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia juga menjabat pemimpin redaksi situs web presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Andi Alifian Mallarangeng meraih gelar Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1997. Di universitas yang sama, ia meraih gelar Master of Science di bidang sosiologi. Sedangkan gelar Drs Sosiologi diraihnya dari Fisipol Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1986.

Pejabat Negara:

1. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
kuntoroDr Ir Kuntoro Mangkusubroto (lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, 14 Maret 1947; umur 62 tahun) adalah mantan Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia di era Kabinet Reformasi Pembangunan, dan juga mantan Direktur Utama PLN. Ia pernah menjabat jugasebagai Kepala BP-BRR Aceh-Nias yang bertugas melakukan pembangunan kembali kawasan Aceh dan Nias pasca tsunami akhir tahun 2004.


2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto
sutantoJenderal Polisi (Purn) Drs. Sutanto (lahir di Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 30 September 1950; umur 59 tahun) adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia sejak 8 Juli 2005 sampai 30 September 2008.

Lulusan Akabri tahun 1973 ini sebelumnya adalah Kepala Badan Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional. Ia pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto pada tahun 1995–1998, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Utara (2000), dan Kapolda Jawa Timur (17 Oktober 2000-Oktober 2002).


3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan
gita wirjawanGita Irawan Wirjawan (lahir di Jakarta, 21 September 1965; umur 44 tahun) adalah calon Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Presiden Direktur JPMorgan Indonesia. Selain itu, ia sampai saat ini masih menjabat sebagai Komisaris di Pertamina.

Kamis, 23 Juli 2009

BUKU PELAJARAN SEKOLAH GRATIS

info buat yang punya anak lagi di SD, SMP, SMA ; bisa download buku-buku pelajarannya di ; http://www.telkomspeedy.com/ index.php? option=com_ content&view=article&id=76&Itemid=130#tsdc



FROM :Anggota CCI Mr. Hadi Istanto

Selasa, 30 Juni 2009

Wuih... Tangan Robot Sudah Bisa Memegang Telur





WASHINGTON, KOMPAS.com — Selama ini robot identik dengan kaku, tapi tidak dengan robot RAPHaEL. Sentuhannya sangat halus, bahkan bisa memegang bohlam dan telur mentah tanpa memecahkannya.

RAPHaEL yang merupakan kependekan dari Robotic Air-Powered Hand with Elastic Ligaments itu memang bukan robot humanoid, bahkan sesuai namanya, ia hanya berupa tangan. Robot tersebut dibuat mahasiswa Laboratorium Robotika dan Mekanika Universitas Teknologi Virginia, AS.

Gerakan tangannya diatur tenaga angin yang dikeluarkan tangki berisi udara mampat bertekanan tinggi. Setiap jarinya terhubung ke alat pengatur yang dapat dikendalikan secara terpisah. Tekanan kecil akan menghasilkan gerakan jari yang lambat dan tekanan tinggi gerakan cepat dan kombinasinya mengatur kekuatan cengkeraman.

Namun, yang membuatnya unik karena pengaturannya tidak secara manual. Gerakan masing-masing jari telah diatur secara serempak menggunakan satu aktuator untuk mengatur gerakan semua jari secara serempak.

"Ini sangat menarik dan sangat bagus untuk menggerakkan jari-jari dengan cara sederhana, elegan, dan murah," ujar pembimbing laboratorium, Dennis Hong. Mekanisme tersebut memenangi penghargaan Kontes Inovasi Institut Kompresi Udara dan Gas tahun 2008-2009.

Menurut Hong, pada pengembangan berikutnya, mungkin dapat dibuat bahasa program untuk aplikasi yang mengatur gerakan tangan. Hal tersebut akan menambah canggih sistem tangan buatan bagi penderita cacat atau kebutuhan industri.

ROBOT CERDAS PEMADAM KEBAKARAN

Robot Narucho merupakan robot KRCI yg di desain oleh Yohanes Calvinus dan Christian dari Teknik Elektro Untar. by Creative Vision. Creative Vision.


http://www.youtube.com/watch?v=x3NOzJ1NY8Q

Senin, 22 Juni 2009

MRT di Jakarta, Why not


Mass rapid Transport

kabar berita
http://jakartamrt.com/index.php/bahasa/Home.html